Plato : “Jiwa sebagai pusat atau inti sari kepribadian manusia”. Pandangan saya tentang pandangan plato diatas adalah bahwa pemikiran yang dicetuskan Plato sangat baik menurut saya karena kita ketahui bahwa jiwa itu tidak akan mati saat kematian badan, dengan kata lain bahwa jiwa itu bersifat kekal dan ada sebelum hidup dibumi. Jiwa dan kepribadian itu merupakan suatu sistim yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Karena apabila jiwa kita terganggu dan sebagainya, maka kepribadian kita juga demikian. Ini sangat mempengaruhi juga dengan tingkah laku yang ada dalam diri kita saat kita melakukan interaksi. Contohnya orang gila. Mereka yang demikian merupakan orang yang mempunyai keterbelakangan mental karena jiwa mereka telah rusak yang mempengaruhi kepribadian dan tingkah laku mereka misalnya suka melakukan hal-hal yang aneh , tidak mempunyai rasa malu, dan lain lain. Sehingga mereka juga biasa disebut orang sakit jiwa. Jadi sudah jelaslah benar apa yang dikatakan Plato. Pemikiran Plato ini sudah dibuktikan juga oleh Thomas Aquinas.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar