Hai blog kesayangan, udah lama banget ya gak coret coret disini. Sekarang aku udah kuliah dengan jurusan yang aku idam idamkan dari dulu. Puji Tuhan. Aku sekarang kuliah di Fakultas Kedokteran UKRIDA. Ya mungkin masih banyak belum mengenal universitas ini.
Jadi disinilah pertarungan ku baru dimulai. Di dunia baru dan semoga aku bisa menjalaninya dengan baik dan lancar. Amin. Sekarang segala galanya serba sendiri, jauh dari orang tua. Hidup merantau memang gak enak. Tinggal di pulau orang walaupun masih satu negara, Indonesia. Tapi kalian harus tahu gimana rasanya jadi anak rantau Kata orang sih, kalau belum jadi anak rantau itu berarti mandirinya belum sah. Kalau soal jauh dari orang tua, ya fine fine ajasih sebenarnya. Soalnya kan udah dari SMA dulu gitu jadi terbiasa. Ya ada baik buruknyalah. Tapi tu hidup merantau benar benar kayak berputar 180 derajat. ahahhahaha lebay. Sekarang hidupnya cuman di ruangan kotak kecil yang biasa disebut kost. Kost aku ini khusus buat anak putri. Terus bangunan juga baru, secara umum sih enak. Cuman ada beberapa something yang buat kesal. Contohnya adalah teman-temannyaa, pembantunya, dll. Sebenarnya awal milih kost disini sih ya karena cewek semua. Jadi kostan nya disiplin. Gak boleh bawa teman cowok masuk. Tapi sih kayaknya makin jauh hari, kostan ini semakin kayak tempat penginapan pria pria hidung belang bersama pacarnya. Aku udah gak ngerti lagi sama peraturan kostan ini. Kayaknya gak ada ngefek. Terus mbak mbaknya itu loh, ya mereka sering tidak menyadari mereka cuman PEMBANTU. Gayanya itu loh melebihi kita yang bisa dikatakan tuannya. Disini mbaknya kayak menganak emaskan orang. Jadi cuman beberapa aja yang di pedulikan sama mereka. Padahal kan yang ngekost disini bukan cuman mereka. Kami juga bayar kali. Terus banyak sekali hal yang buat kesal dari kostan ini. Temen temennya lah. Ya emang sih sifat setiap individu itu berbeda beda. Tapi mereka kebanyak BERTOPENG. Intinya aku udah muak dengan kostan ini. Siapapun tolong belikan aku pintu doraemon supaya bisa bolak balik kalimantan. Itu kosan ku, mana kosan mu?
Jadi disinilah pertarungan ku baru dimulai. Di dunia baru dan semoga aku bisa menjalaninya dengan baik dan lancar. Amin. Sekarang segala galanya serba sendiri, jauh dari orang tua. Hidup merantau memang gak enak. Tinggal di pulau orang walaupun masih satu negara, Indonesia. Tapi kalian harus tahu gimana rasanya jadi anak rantau Kata orang sih, kalau belum jadi anak rantau itu berarti mandirinya belum sah. Kalau soal jauh dari orang tua, ya fine fine ajasih sebenarnya. Soalnya kan udah dari SMA dulu gitu jadi terbiasa. Ya ada baik buruknyalah. Tapi tu hidup merantau benar benar kayak berputar 180 derajat. ahahhahaha lebay. Sekarang hidupnya cuman di ruangan kotak kecil yang biasa disebut kost. Kost aku ini khusus buat anak putri. Terus bangunan juga baru, secara umum sih enak. Cuman ada beberapa something yang buat kesal. Contohnya adalah teman-temannyaa, pembantunya, dll. Sebenarnya awal milih kost disini sih ya karena cewek semua. Jadi kostan nya disiplin. Gak boleh bawa teman cowok masuk. Tapi sih kayaknya makin jauh hari, kostan ini semakin kayak tempat penginapan pria pria hidung belang bersama pacarnya. Aku udah gak ngerti lagi sama peraturan kostan ini. Kayaknya gak ada ngefek. Terus mbak mbaknya itu loh, ya mereka sering tidak menyadari mereka cuman PEMBANTU. Gayanya itu loh melebihi kita yang bisa dikatakan tuannya. Disini mbaknya kayak menganak emaskan orang. Jadi cuman beberapa aja yang di pedulikan sama mereka. Padahal kan yang ngekost disini bukan cuman mereka. Kami juga bayar kali. Terus banyak sekali hal yang buat kesal dari kostan ini. Temen temennya lah. Ya emang sih sifat setiap individu itu berbeda beda. Tapi mereka kebanyak BERTOPENG. Intinya aku udah muak dengan kostan ini. Siapapun tolong belikan aku pintu doraemon supaya bisa bolak balik kalimantan. Itu kosan ku, mana kosan mu?






1 komentar:
halo kakk, semester brapa di ukrida? hhe
aku baru kterima tahun ini di fk ukrida juga kak, mau cari kost yg deket dmana ya kak? kasih saran dong :D
Posting Komentar